Kamis, 18 Juni 2020

Cara Membedakan Dan Mengenali 11 Macam Jenis Sampah

Cara Membedakan Dan Mengenali 11 Macam Jenis Sampah
Jenis jenis sampah terkadang perlu untuk Anda ketahui guna mencegah terjadinya pencemaran pada lingkungan sekitar. Beberapa waktu yang lalu, Indonesia sempat dicengangkan dengan penemuan seekor ikan paus yang terdampar di Pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, paus ini ditemukan disekitar sampah plastik dan kayu-kayu yang mengelilinginya.

Mirisnya, ketika perut paus dengan panjang 9,5 meter itu dibelah, nyatanya didalamnya juga terdapat banyak sampah plastik yang beratnya hingga mencapai kurang lebih 6 kg. Banyaknya tumpukan sampah yang berakhir di lautan ternyata sangat berpengaruh bagi keseimbangan ekosistem laut lantaran memilik dampak buruk yang luar biasa.

Nah dengan adanya peristiwa tersebut maka Anda perlu mengetahui jenis jenis sampah. Dengan begitu, Anda dapat belajar dalam mengelola sampah dengan melakukan tiga metode yang disebut 3R yakni Reuse, Reduce dan Recycle. Berikut adalah 11 jenis jenis sampah berdasarkan sifat, bentuk dan sumbernya yang sudah dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber.

Jenis Jenis Sampah Berdasarkan Sifat

Jenis jenis sampah berdasarkan sifatnya terbagi menjadi tiga yakni sampah organik atau degradable, sampah anorganik atau undegradable dan sampah beracun atau B3.

Organik (Degradable)

Sampah organik merupakan jenis sampah mudah membusuk misal sisa makanan, sayuran, daun kering dan lainnya. Kelebihan dari sampah ini dapat diolah sehingga dapat digunakan sebagai pupuk kompos.

Anorganik (Undegradable)

Selanjutnya adalah jenis sampah anorganik yang merupakan sampah tidak mudah membusuk, antara lain seperti plastik wadah, kertas, botol, gelas minuman, kayu, pembungkus makanan, dan masih banyak lagi. Sampah ini dapat Anda jadikan sampah komersial atau sampah yang pada nantinya laku dijual guna dijadikan produk lain. Dengan sampah ini Anda juga dapat membuat suatu kerajinan tangan seperti tas yang menarik.

Beracun (B3)

Berikutnya adalah sampah B3 atau beracun, biasanya sampah ini berasal dari limbah rumah sakit, limbah pabrik atau lainnya. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang termasuk sampah B3 ialah sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. Sampah B3 ini memiliki ciri lain yakni sampah yang belum dapat diolah dengan cara teknologi dan timbul secara periodik.

Jenis Jenis Sampah Berdasarkan Bentuknya

Adapun jenis sampah yang terbagi berdasarkan dengan bentuknya. Terdapat 2 jenis sampah jika dilihat berdasarkan bentuknya yakni sampah padat dan sampah cair.

Padat

Sampah padat merupakan semua atau segala bahan buangan. Terkecuali, urin, kotoran manusia dan juga sampah cair lainnya.

Cair

Selanjutnya ada sampah cair yang merupakan sebuah bahan cairan yang sudah digunakan dan tak dibutuhkan kembali kemudian dibuah ke tempat pembuangan.

Jenis Jenis Sampah Berdasarkan Sumbernya

Jenis jenis sampah berdasarkan sumbernya terbagi menjadi 6 bagian. Dilansir dari Liputan6.com, berikut adalah jenis-jenis sampah berdasarkan sumbernya:

- Sampah industri ialah sampah yang berasal dari daerah industri yang terdiri dari sampah umum dan limbah berbahaya cair atau padat.

- Sampah konsumsi ialah sampah yang dihasilkan oleh manusia dari proses penggunaan barang seperti kulit makanan dan sisa makanan.

- Sampah manusia ialah sampah hasil dari pencernaan manusia, seperti feses dan urin.

- Sampah pertambangan.

- Sampah alam sampah yang diproduksi di kehidupan liar dan melalui proses daur ulang alami, seperti daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah.

- Sampah nuklir ialah sampah yang dihasilkan dari fusi dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup dan juga manusia.

Jenis Sampah Berbahaya yang Berbahaya Jika Dibuang Sembarangan

Baterai

Baterai mengandung bahan kimia yang beracun seperti merkuri, nikel, dan kadmium. Jika baterai tersebut berakhir di tempat pembuangan sampah, bahan kimia tersebut dapat larut ke dalam tanah atau sistem air.

Untuk itu selalu bawalah baterai isi ulang ke pusat daur ulang lokal terdekat, yang dapat ditemukan di kota Anda. Kumpulkan limbah tersebut hingga cukup banyak untuk di daur ulang.

Pestisida

Pupuk taman berbasis kimia, herbisida, dan pestisida tidak boleh dicurahkan ke saluran pembuangan atau dibuang ke sampah, karena pestisida memiliki bahan yang amat berbahaya untuk makhluk hidup maupun ekosistem dalam cakupan luas.

Maka, Anda bisa membawa bahan kimia halaman ke fasilitas Limbah Berbahaya Rumah Tangga setempat untuk dibuang, atau lebih baik lagi, memberikannya kepada teman atau tetangga.