Jumat, 19 Juni 2020

Persaingan Sengit Teknologi Terbaru Apple vs Samsung

Ponsel pintar besutan Apple, iPhone diganggu oleh seri Galaxy besutan Samsung yang meluncur pertama kali pada 2010. Sejak debut iPhone 2007, tak ada satu pun ponsel pintar yang mampu mengusik iPhone sebelum kehadiran Galaxy. Perlombaan inovasi terus dilakukan oleh kedua perusahaan untuk menghadirkan teknologi terbaru bagi konsumen. Kita merangkum pertarungan inovasi terkini antara Apple dan Samsung.

1. Layar

Terkini, Samsung mendorong inovasi ponsel pintar ke ujung batas teknologi dengan menghadirkan ponsel layar lipat Galaxy Z Flip dan Galaxy Fold. Mengusung tema hybrid tablet dan ponsel, kedua ponsel menjadi andalan perusahaan untuk menjadi yang terdepan dalam menghadirkan teknologi kekinian.

Teknologi terdepan tentu membuat harga ponsel melambung tinggi. Galaxy Z Flip dibanderol dengan harga Rp21,888 juta sementara Galaxy Fold dijual dengan harga Rp30,8 juta. Agar mengetahui seberapa fantastis harga Galaxy Fold, calon pembeli Fold bisa mendapatkan motor Yamaha Nmax dengan tambahan Rp1,5 juta.

Di sisi lain, Apple hingga saat ini belum ada tanda-tanda hendak mengeluarkan ponsel layar lipatnya. Dari sisi inovasi layar, Apple dianggap monoton dan tidak memiliki inovasi. Apple memang sempat mengeluarkan desain inovatif dengan kehadiran poni (notch) untuk memperluas rasio layar.

Namun dua seri ponsel teranyar, yakni iPhone 11 dan iPhone X dianggap memiliki desain yang terlalu monoton. Di sisi lain, Samsung juga telah mengeluarkan poni ciri khas dengan poni 'Infinity Display' dengan bentuk lingkaran kecil untuk menempatkan modul kamera depan.

2. Baterai


Samsung juga baru saja meluncurkan Galaxy M31 dengan baterai 'jumbo' sebesar 6.000 mAh. Seri M sebelumnya yakni Samsung Galaxy M20 pun menyematkan baterai besar 5.000 mAh. Sebagai perbandingan, saat ini baterai iPhone 11 terbaru hanya memiliki baterai berkapasitas 3969 mAh. Pengisian daya baterai juga hanya 18 Watt, berbeda dengan seri Samsung S20 sudah menggunakan pengisian daya baterai sebesar 45 Watt.

Pada 2020, iPhone dirumorkan akan meluncurkan produk terbaru dua kali dalam setahun. Hal ini dilakukan untuk memperluas varian ponsel untuk menjawab ketertinggalan iPhone dari kamera hingga baterai. Peningkatan kapasitas baterai iPhone merupakan spesifikasi yang paling ditunggu pada 2020 untuk menjawab persaingan baterai 'jumbo' di ponsel Android.

3. Kamera

Samsung juga mendorong inovasi kamera ke ujung batas teknologi dengan kehadiran kamera bersensor 108 MP pada Galaxy S20 Ultra. Bahkan Samsung dikabarkan sedang mengembangkan sensor kamera 150 MP.

Teknologi Hybrid Optic Zoom pada seri Galaxy S20 memastikan pengguna dapat mengambil gambar dari kejauhan. Teknologi memberikan nilai tambah kepada pengguna dibandingkan dengan teknologi Optical Zoom yang sebelumnya.


Berkat teknologi terbaru ini, Galaxy S20 dan S20+ dapat melakukan 3x Hybrid Optic Zoom, sedangkan Galaxy S20 Ultra dapat melakukan lebih jauh lagi, yaitu 10x Hybrid Optic Zoom dan 100x space zoom. Berbanding terbalik dengan kamera 108 MP milik Samsung, resolusi kamera terbaik yang ditawarkan iPhone adalah 12 MP.

Pengamat gadget, Lucky Sebastian mengatakan besaran resolusi sensor kamera tidak semata-mata bisa menghasilkan foto terbaik. Ada indikator lain yang memengaruhi kualitas foto seperti software, algoritme, hingga kecerdasan buatan (AI).

Kendati demikian, Lucky mengatakan teknologi kamera teknologi nona-binning milik Samsung bisa menghasilkan foto yang lebih kaya akan detail dibandingkan teknologi deep fusion miliki Apple.

Secara garis besar, untuk pemotretan saat cahaya cukup, 108MP yang di nona-bining menjadi 12MP di Galaxy Ultra, memiliki hasil foto yang lebih kaya akan detail, kata Lucky saat dihubungi Kita. Teknologi Deep Fusion di iPhone 11 Pro dan 11 Pro Max bisa menghasilkan gambar terbaik dengan menggabungkan sembilan foto yang diolah oleh machine learning.

Tetapi harap diingat, hasil foto ini bukan ukuran yang bisa dianggap pasti, karena menyangkut selera banyak orang. Jadi bisa saja ada yang lebih suka hasil dari Galaxy S20 Ultra atau dari iPhone 11 Pro Max, ujar Lucky.

Lucky menjelaskan Galaxy S20 Ultra sudah menggunakan periscope camera telephoto yang memiliki 4x optical zoom dan 10x hybrid zoom hingga 100x space zoom. Sementara iPhone 11 Pro Max 'hanya' memiliki 2x optical zoom. Di sisi lain, Lucky mengatakan desain zig-zag di modul kamera iPhone 11 membentuk sebuah tren di industri. Google Pixel versi terbaru bahkan menggunakan desain zig-zag yang sama dengan seri iPhone 11.

Desain modul kamera saya percaya itu berikutnya. Menurut saya akan jadi tren. banyak ponsel begitu. Google pixel juga akan sama. dan saya pikir nanti arahnya memang akan ke kotak-kotak gitu. ponsel akan banyak arahnya ke sana, ujar Lucky

Meskipun Apple terlambat menggunakan kombinasi tiga kamera, ia mengatakan Apple menekankan pada kerja mesin di iPhone. Hal ini membuat Lucky mengatakan hal yang bisa menjadi tren lagi adalah gestur peralihan kamera ke video yang dimiliki oleh iPhone 11.

Lucky menjelaskan gestur peralihan tersebut membuat kemudahan bagi para pengguna untuk beralih dari memotret ke merekam. Ia mengatakan saat ini pengguna lebih menghargai kamera untuk merekam daripada sekadar memotret. Banyak hal menarik baru yang bisa ditiru Android, misalnya gestur cara beralih dari foto ke video. Kalau android kan harus dipindah dulu dari memotret ke video. Kalau iPhone 11 dia bisa langsung menekan tombol terus-terusan untuk pindah ke video, ujarnya.

Apabila menekan tombol kamera terus-terusan di Android, pengguna melakukan foto berentetan (burst), bukan merekam video. Ia mengatakan saat ini, pengguna beralih ke arah pembuatan konten video dari hanya sekedar memotret.

Kalau tekan foto terus kan burst foto [di Android]. Konten sekarang sudah beralih ke arah video. kita lihat Samsung Notes terbaru itu berat di konten video. Kemudian iPhone juga mengambil konten video. Bukan lagi sekedar foto, ujarnya.

4. Chipset

Dari sisi chipset, saat ini Samsung dan Apple sama-sama menghadirkan salah satu chipset tercepat. Samsung memiliki Exynos 990, sementara Apple memiliki A13 Bionic. Exynos 990 memiliki 8 inti prosesor (octacore) yang terbagi dalam 3 cluster. Cluster pertama adalah dual core custom M5 yang kencang, dual core A76, dan 4 core A55 yang lebih irit daya


Di sisi lain, A13 Bionic memiliki 6 inti (hexacore) yang terbagi dalam 2 cluster. Cluster pertama adalah dual core Lightning yang mengedepankan performa dan 4 core Thunder yang efisien. Secara kinerja keduanya tidak terpaut jauh, kalau melihat dari benchmark, kebanyakan Apple lebih unggul di angka total. Chipset A13 bionic juga sangat bagus dalam efisiensi, sehingga iPhone 11 Pro Max dengan baterai hampir 4000 mAh bisa bertahan lebih lama, kata Lucky.